Tugas Fiqh Muqorran : ‘’ANAK HASIL INSEMINASI DAN BAYI TABUNG’’

‘’ANAK HASIL INSEMINASI DAN BAYI TABUNG’’

Oleh :

Imam Syafi’i (09120029)

Ginanjar Arif Nicko Hidayat (09110061)

  1. Pendahuluan

Salah satu tujuan dari perkawinan adalah untuk memperoleh anak dan keturunan yang sah dan bersih nasabnya, yang dihasilkan dengan cara yang wajar dari pasangan suami istri. Sebuah rumah tangga akan gersang dann kurang sempurna tanpa adanya anak-anak, sekalipun rumah tersebut berlimpah ruah dengan harta kekayaan. Anak diharapkan keberadaannya tidak saja karena diharapkan ia dapat memberikan kepuasan batin ataupun juga dapat menunjang kepentingan-kepentingan duniawi, tetapi lebih dari itu anak adapat memberikan kemanfaatan bagi orang tuanya kelak jika telah meninggal. Anak adalah salah satu dari tiga hal yang tidak terputus pahalanya bagi kedua orang tua yang telah meninggal dunia, sebagaimana hadits Nabi Muhammad SAW:

1376 – حدثنا علي بن حجر أخبرنا إسماعيل بن جعفر عن العلاء بن عبد الرحمن عن أبي هريرة رضي الله عنه : أن النبي صلى الله عليه و سلم قال إذا مات الإنسان انقطع عمله إلا من ثلاث صدقة جارية وعلم ينتفع به وولد صالح يدعو له (رواه الترمذي)

 قال أبو عيسى هذا حديث حسن صحيح

قال الشيخ الألباني : صحيح

 

…..‘’Dari Abi Hurairah bahwa Rasulullah telah bersabda: Apabila seseorang telah mati, maka putuslah segala amalnya, kecuali tiga perkara, yaitu; Shadaqah jariah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shaleh yang mendoakannya’’.(HR. at-Tirmidzi).

Namun, tidak semua pasangan suami-istri dapat mempunyai keturunan sebagaimana yang diharapkan karena ada beberapa factor yang menyebabkan tidak dapat seorang istri mengandung, baik pihak istri atau suami yang mandul.

Inseminasi buatan merupakan salah satu alternative yang dapat ditempuh suami istri yang mandul. Dengan hasil sperma sendiri, inseminasi buatan tidaklah ada masalah, tetapi ketika sperma tersebut bukan berasal dari suami yang sah, hal ini menimbulkan masalah yang sangat kompleks.

  1. Pengertian

Pengertian inseminasi buatan merupakan terjemahan dari kata Artificial Insemination. Artificial artinya buatan atau tiruan, sedangkan Insemination berasal dari kata latin yang artinya pemasukan atau penyampaian.

Dalam kamus, Artificial Insemination adalah penghamilan atau pembuahan buatan, dalam Bahasa Arab disebut Talqiihushshina’i, seperti terdapat dalam kitab al-Fatawa karangan Mahmud Syaltut.

Jadi yang dimaksud dengan Inseminasi buatan adalah; Penghamilan buatan yang dilakukan terhadap seorang wanita tanpa melalui cara alami, melainkan dengan cara memasukkan sperma laki-laki kedalam rahim wanita tersebut dengan pertolongan dokter. Istilah lain yang semakna adalah kawin suntik, penghamilan buatan dan permanian buatan (PB).

Kemudian yang dimaksud dengan bayi tabung (test tube baby) yang kita kenal adalah bayi yang didapatkan melalui proses pembuahan yangb dilakukan diluar rahim, sehingga terjadi embrio tidak secara alamiah , melainkan dengan bantuan ilmu kedokteran.

  1. Sejarah Munculnya Inseminasi Buatan

Dalam kehidupan modern dewasa ini, ada kemungkinan seorang istri menghamilkan suatu benih laki-laki bukan melalui jalur biasa yaitu melalui hubungan kelamin. Tetapi melalui cara suntikan atau oprasi, sehingga benih laki-laki itu ditempatkan kedalam rahim istri (wanita) itu sampai dia mengandung. Karena benih laki-laki disedot dari zakar laki-laki itu dan disimpan lebih dulu dalam suatu tabung, maka kehamilan seperti itulahyang disebut kehamilan bayi tabung.

Untuk menjalani proses pembuahan yang dilakukan diluar rahim, perlu disediakan ovum (sel telur) dan sperma. Ovum diambil dari Tuba Fallopi (kandung telur) seorang ibu dan sperma diambil dari ejakulasi seorang ayah. Sperma tersebut diperiksa terlebih dahulu apakah mengandung benih yang memenuhi persyaratan atau tidak. Begitu juga sel telur seorang ibu, dokter berusaha menentukan dengan tepat saat ovulasi (bebasnya sel telur dari kandung telur)  dan memeriksa apakah terdapat sel telur yang masak  atau tidak pada saat ovulasi tersebut. Bila pada saat ovulasi terdapat sel-sel yang benar-benar masak, maka sel telur itu dihisap dengan sejenis jarum suntik dengan sejenis jarum suntik melalui sayatan pada perut. Sel telur itu kemudian ditaruh didalam suatu tabung kimia dan agar telur tetap dalam keadaan hidup, sel telur tersebut disimpan di laboratorium yang diberi suhu menyamai panas badan seorang ibu.

Kedua sel kelamin tersebut (sel telur dan sperma) dibiarkan bercampur (zygota) dalam tabung sehingga terjadilah fertilasi. Zygote yang dihasilkan berkembang dalam medium yang terdapat dalam tabung reaksi, sehingga menjadi morulla. Morulla yang terbentuk melalui teknik embrio transfer dinidasikan kerahim seorang ibu yang telah disiapkan. Dan akhirnya ibu akan hamil.

Inseminasi permanian buatan telah lama dikenal bahkan dipraktekkan orang. Para sahabat Nabi pun pernah melakukannya pada tumbuhan. Setelah Nabi Muhammad hijrah ke Madinah, ia melihat penduduk melakukan pembuahan buatan (penyilangan) pada pohon kurma. Lalu Nabi menyarankan agar tidak usah melakukannya. Kemudian ternyata buahnya banyak yang rusak dan setelah itu dilaporkankepada nabi, maka ia berpesan sebagai berikut:

أبروا أنتم أعلم بأمور دنياكم

 

‘’lakukanlah pembuahan buatan! Kalian lebih mengetahui tentang urusan dunia kalian’’

Jika dalam tumbuh-tumbuhan diperbolehkan sebagaimana peristiiwa diatas, maka berdasarkan analogi itu inseminasi buatan terhadap hewan pun diperbolehkan, karena kedua-duanya diciptakan untuk kepentingan manusia. Keberhasilan pada mahluk Allah itu berkembang pada inseminasi buatan terhadap manusia.

Menurut Mahmud Syaltut, bahwa sebenarnya perkawinan buatan, sudah dilakukan manusia sejak dulu dan sudah diketahui sejak periode pertama dari sejarah manusia yang dilakukan pada hewan dan tumbuh-tumbuhan, dan tercapailah hasil yang baik berupa jenis hewan yang baik dan buah buahan yang tinggi mutunya. Sukses yang di capai ini mendirong manusia untuk mengadakan percobaanpenghamilan buatan pada wanita dengan memasukkan air mani laki-laki dan ini pun berhasil pula, sehingga dengan penghamilan buatan itu dapat ditumbuhkan janin menurut prosesnya yang wajar dalam rahim. Akhirnya lahirlah ia sebagai anak yang sempurna.

Kemudian pada tahun 1780, Sapalanzi seorang pendeta Katolik berkebangsaan Italy berhasil membuahi seekor anjing betina dengan jalan memasukkan mani jantan kedalam rahim anjing betina tanpa disetubuhi oleh anjing jantan. Sepuluh tahun setelah percobaan Sapalanzi ini, dilakukan pula inseminasi buatan terhadap manusia untuk pertama kalinya.

Sesuai kemajuan teknologi, maka inseminasi buatan pun  pada prosesnya megalami kemajuan, misalnya: sperma yang dipakai tidak harus secepatnya dimasukkan kedalam rahim (sebelumnya yang terbaik adalah secepat munkin dimasukkan kedalam vagina paling lama satu setengah jam sesudah mani dikeluarkan), tetapi sekarang bisa di simpan berbulan-bulan bahkan bertyahun-tahun, baru kemudian dipakai pada waktu penghamilan itu dikehendaki. Penyimpanan itu bisa dilakukan oleh klinik kusus ataupun Bank Sperma yang didirikan special untuk inseminasi buatan dan sejenisnya.

Bang sperma atau yang juga kadang-kadang disebut bank ayah mulai muncul pada awal 1970, berkembang setelah banyak laki-laki yang menjarangkan anak dengan vasektomi; maksudnya dengan menyimpan spermanya di bank sebagai cadangan, seseorang dapat sewaktu-waktu memanfatkanya ketika membutuhkan anak lagi.

  1. Motivasi Dilakukan Inseminasi Buatan

Adalah wajar bilamana pasangan suami istri yang mandul berusaha dengan segala daya dan upaya serta kemampuanya yang ada, agar dapat memperoleh anak, mengingat begitu penting anak bagi kesenagan duniawi maupun sebagai simpanan diakhirat nanti.

Berkat kemajuan teknologi yang canggih, khususnya di bidang kedokteran telah ditemukan cara penghamilan buatan yang disebut inseminasi buatan yang sederhana, ilmiah dan mudah dilaksanakan sebagai salah satua alternative bagi pasangan yang mandul.

Namun untuk masa sekarang ini inseminasi buatan tidak hanya menolong pasangan mandul, tetapi mengandung motifasi lain yaitu:

  1. Untuk mengembangbiakkan manusia secara cepat.
  2. Untuk menciptakan manusi jenius, ideal sesuai keinginan.
  3. Alternative wanita yang mau punya anak tapi tidak mau menikah.
  4. Untuk percobaan ilmiah

Contoh kasus: seorang istri ingin punya anak, tetapi karena ada kelainan pada saluran telurnya, maka ia tidak dapat mengandung. Si istri itu pergi bersama suaminya kepada seorang dokter untuk minta bantuan  supaya ia mendapatkan anak. Dokter menempuh jalan dengan cara pembuahan diluar rahim (bayi tabung). Setelah terjadi pembuahan, benih itu dimasukkan kedalam rahimnya dan ternyata di hamil kemudian melahirkan.

  1. Hukum Inseminasi Buatan Pada Manusia

Inseminasi buatan dilihat dari asal sperma yang dipakai dapat dibagi dua yaitu:

  1. Inseminasi buatan dengan sperma suami sendiri atau AIH (Artificial Insemination Husband)
  2. 2.      Inseminasi buatan dengan bukan sperma suami, donor atau AID (Artificial insemination Donor)

Untuk inseminasi buatan pada manusia dengan sperma suami sendiri, baik dengan cara mengambil sperma suami kemudian disuntikkan di dalam vagina atau uterus suami maupun dengan cara pembuahan dilakukan di luar rahim (bayi tabung), maka hal ini dibolehkan asal keadaan suami dan istri tersebut benar-benar membutuhkan untuk memperoleh keturunan. Hal ini telah disepakati para ulama’.

Jadi pada prinsipnya dibolehkan inseminasi itu bila keadaannya benar-benar memaksa pasangan suami-istriuntuk melakukannyam dan bila tidak akan mengancam keutuhan rumah tangganya (terjadinya perceraian) sesuai dengan kaidah ushul fiqh:

الحاجة تنزل منزلة الضرورة

‘’Hajat itu (keperluan yang sangat penting diberlakukan seperti keadaan darurat).

Demikian pula pendapat Yusuf al-Qardawi: ‘’Apabila pencangkokan itu bukan air mani suami, maka tidak diragukan lagi adalah suatu kejahatan yang amat buruk sekali, dan suatu perbuatan munkar yang lebih hebat dari pengangkatan anak’’.

Inseminasi buatan dengan menggunakan sperma donor para ulama mengharamkanya, seperti pendapat Yusuf al-Qardawi yang mengemukakan; ‘’Islam juga mengharamkan apa yang disebut dengan pencakokan sperma (bayi tabung), apabila ternyata pencakokan itu bukan berasal dari sperma suami’’.

Lebih tegas lagi yang dinyatakan Mahmud Syaltut bahwa’’…. Setelah ditinjau dari beberapa segi penghamilan buatan adalah pelaranganyang tercela dan dosa yang besar. Perbuatan itu setaraf dengan zina, dan akibatnya pun sama pula, yaitu memasukkan mani orang asing kedalam rahim perempuan yang antara kedua orang tersebut tidak ada hubungan nikah secara syara’ , yang dilindungi hukum syara’.

Adapun hadis Nabi yang mengharamkan tentang hal ini adalah:

 

 

‘’Tidak halal bagi seseorang yang beriman pada Allah dan hari Akhir menyiramkan airnya (sperma) pada tanaman orang lain (vagina istri orang lain). (HR. Abu Dawud, Al Tirmidzi dan hadits ini dipandang shahih oleh Ibnu Hibban)

Pada inseminasi buatan dengan menggunakan sperma suami sendiri tidak menimbulkan masalah pada semua aspeknya, bahkan ulam memujinya sebagai suatu cara untuk membantu pasangan mandul untuk memperoleh keturunan yang sah.

Tidak demikian halnya inseminasi buatan yang maenggunakan sperma donor, maka hal itu telah banyak menimbulkan masalah. Diantaranya masalah nasab.

Inseminasi buatan dengan donor sperma juga menimbulkan mudhorat yang lebih besar daripada manfaatnya. Dan ini tidak sesuai dengan kaidah fiqh yang berbunyi:

 

 

‘’Menghindari mafsadah/bahaya harus didahulukan atas mencari maslahah/kebaikan’’

Demikianlah pendapat para ulama’ tentang inseminasi buatan dengan sperma donor yang sangat ditentang karena tidak sesuai dengan etis, moral atau kesusilaan. Selain itu juga berpengaruh dengan psikologi orang-orang yang bersangkutan, diantaranya:

  1. Bagi suami yang sah, kehadiran anak itu akan menggangu pikirannya. Si suami akan merasa lemah jika anak tersebut dapat tumbuh dan berparas cantik, sebab ia tidak akan dapat membohongi dirinya, bahwa anak itu bukanlah anaknya yang sebenarnya.
  2. Bagi istri yang telah menimang bayi mungil, pada umumnya akan semakin mencintai suaminya, karena telah memberikan anak yang yang ia dambakan. Apabila anak tersebut hasil inseminasi donor, jika anak tersebut tumbuh gagah dan rupawan, tentu si istri ingin mengetahui laki-laki hebat yang telah memberikannya anak, untuk menyatakan terima kasih dengan caranya sendiri atau hal-hal yang memungkinkan kearah perzinaan.
  3. Bagi si anak lambat laun akan merasakan adanya ketidakberesan pada ddirinya, jika ia telah mengetahuinya, maka ia akan merasakan kegoncangan jiwa yang lebih hebat dari yang dialami anak angkat.

Adapun pendapat Muhammadiyah dalam Himpunan Putusan Tarjih tentang hukum inseminasi Adalah sebagai berikut:

  1. Bayi tabung dibenarkan pelaksanaannya apabila sperma dan ovum berasal dari suami-istri menurut syarat-syarat tertentu yang dibenarkan hukum agama.
  2. Anak hasil bayi tabung yang dilakukan oleh suami istri adalah anak sah dan status anaknya bernasabkan pada orang tua yang punya bibit.
  3. Bayi tabung yang dilakukan oleh suami istri yang tanpa adanya alas an-alasan yang kuat, tak dapat dibenarkan oleh hukum syara’.
  4. Bayi tabung yang dilakukan tanpa adanya ikatan perkawinan yang sah, maka hukumnya haram.

 

  1. Kesimpulan

Dari pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwasanya:

  1. Inseminasi buatan dengan sperma suami sendiri dibolehkan menurut hukum Islam.
  2. Inseminasi buatan dengan sperma donor diharamkan dalam Islam.

 

Daftar Pustaka:

Himpunan Putusan Tarjih. Edisi ke-XX di Garut Jawa Barat

Himpunan Putusan Tarjih. Edisi ke-XXI di Klaten Jawa Tengah

Himpunan Putusan Tarjih. Edisi ke-XXII di Malang Jawa Timur

M. Ali Hasan. Masail Fiqhiyah Al-haditsah. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 1998.

Yusuf Qardawi, Halal dan Haram dalam Islam, Surabaya: PT Bina Ilmu, 2007

Masjfuk Zuhdi, Masail Fiqhiyah. Jakarta: CV Haji Masagung, 1993

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s