ARTICLE: ”DAMPAK GLOALISASI TERHADAP PERKEMBANGAN MORAL ANAK BANGSA”

DAMPAK GLOALISASI TERHADAP PERKEMBANGAN MORAL ANAK BANGSA

Oleh : Imam Syafi’i  / 0912002

            Diera globalisasi ini, perkembangan moral anak bangsa kita mengalami degradasi. Banyak dari kalangan pemuda yang terjerumus dalam dimensi gemerlapan dunia dan pergaulan bebas, hal ini menyebabkan para pemuda banyak melakukan tindakan-tindakan tidak terpuji. Jika keadaan ini tak dibendung, maka semakin banyak pemuda kita yang terjerumus dan mengikuti gaya hidup orang barat yang notabenenya sangat mengagungkan kebebasan.

Sebagai pemuda muslim, tentunya kita harus prihatin akan keadaan yang semacam ini, yakni terhadap anak bangsa yang mulai meninggalkan  nilai-nilai dan norma-norma agama dan bangsa kita sendiri. Coba kita lihat, banyak pemuda dan pemudi yang telah terbawa arus dinamika kehidupan orang-orang barat. Dari cara berpakaian, berbicara, tingkah laku sehari-hari banyak mengikuti para idola mereka. Mereka lupa sipakah yang sepantasnya menjadi idola dan panutan dalam mengarungi sebuah kehidupan?

Akhlak adalah institusi yang bersemayam didalam hati, tempat munculnya tindakan- tindakan sukarela baik itu benar ataupun salah. Apabila institusi itu dibina dalam suatu wadah yang baik, maka akhlak yang muncul berupa keutamaan-keutaman, kebenaran, cinta kebaikan, lemah-lemnut, adil, sabar dan akhlak terpuji lainnya. Namun, apabila akhlak  tersebut dibina dalam institusi yang buruk, maka akhlak yang muncul adalah akhlak tercela, seperti khianat, dengki dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, islam memuji akhlak yang baik, menyerukan kaum muslimin dengan mengajarkan dan membinanya pada hati mereka. Islam menegaskan bahwasanya bukti keimanan seseorang adalah jiwa yang baik dan bukti keislaman adalah akhlak yang baik.

Allah SWT memuji rosulnya karena terdapat akhlak yang baik. Allah SWT berfirman : “ Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung’’. (Al-Qolam : 4)

Dalam Al-Qur’an Allah SWT juga juga menjadikan akhlak yang baik sebagai sarana untuk mendapatkan surga tertinggi. Allah SWT berfirman :

‘’Dan bersegeralah kalian kepada ampunan dari tuhan kalian dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya) baik diwaktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbua kebajikan. (Al-Imron : 133-134 )

Jika kita bandingkan moral pemuda bangsa kita pada saat sekarang ini dengan akhlak pada masa nabi Muhammad SAW, maka sangat jauh sekali perbandingannya. Pada masa nabi, semua tingkah laku umat islam mendapat pengawasan langsung dari nabi Muhammad  SAW. Hal ini berbeda sekali dengan generasi kita, yang telah banyak terjangkit virus-virus globalisasi.

Dr. M. Sayyid Az-Za’balawi dalam bukunya : ‘’Pendidikan Remaja antara Islam dan Ilmu Jiwa’’  berpendapat bahwasanya terdapat beberapa faktor yang sangat mempengaruhi prilaku anak pada masa usia puber. Hal ini disebabkan oleh semakin berkembangnya zaman dan globalisasi. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi prilaku remaja adalah sebagai berikut: (Dr. M. Sayyid Az- Za’balawi / 133 / 2007 )

  1. Rumah (keluarga)

Rumah adalah faktor pertama yang paling mempengaruhi tingkah laku para remaja. Jika didalam rumah tersebut terdapat unsur-unsur kebaikan, maka remaja tersebut akan tumbuh menjadi orang dewasa yang baik. Disinilah peran orang tua untuk memberikan pendidikan yang baik bagi seluruh anak-anaknya, karena orang tua adalah orang  yang paling bertanggung jawab dengan pendidikan anak-anaknya.

  1. Masyarakat ( sekolah, teman dan publik )

Lembaga sekolah juga sangat berperan penting dalam membangun kepribadian moral anak bangsa. Karena setiap anak yang sekolah pada suatu lambaga tertentu, akan mendapatkan pendidikan langsung atau tidak langsung dari sang guru atau dosen. Jadi, hendaknya bagi setiap guru hendaknya dapat menjadi panutan bagi para siswa-siswinya.

Begitupula seorang teman, teman adalah orang yang paling berpengaruh bagi akan kepribadian moral para pemuda. Ketika ia berteman dengan teman yang baik-baik, maka remaja tersebut terpengaruh dan ikut dengan teman baiknya tersebut. Begitu pula sebaliknya, apabila ia berteman dengan anak berandalan atau anak nakal, maka iapun akan terbawa arus dengan pergaulan bebas yang banyak membawa dampak buruk kepadanya.

Adapun publik, televisi, internet, handpone, majalah dan media lainnya juga turut mempengaruhi perkembangan mmoral anak bangsa. Jika para pemuda dan pemudi sering dicekoki dengan tayangan-tayangan yang berbau pornografi, pornoaksi, kekerasan dan tayangan tercela lainnya maka hal ini juga membawa dampak yang negativ bagi perkembangan moral anak bangsa. Ia akan mengikuti tingkah polah yang sedang ngetrend pada saat ini baik itu penampilan, omongan dan lain sebagainya.

Dr. M. Sayyid Muhammad Az-Za’balawi berpendapat dalam bukunya : ‘’Pendidikan Remaja antara Islam dan Ilmu Jiwa’’ bahwasanya terdapat fase-fase atau tahapan- tahapan pengubahan kebiasaan buruk menjadi kebiasaan yang baik menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah , yaitu yang pertama : meninggalkan ( takhliyah / mengosongkan diri ). Adapun tahapan yang kedua adalah : membangun kebiasaan baik ( Dr. M. Sayyid Muhammad Az-Za’balawi /362 / 2007 )

Untuk membangun moral bangsa yang telah tepuruk dan menumbuhkan kembali nilai-nilai yang telah lama kita junjung, perlu bagi kita untuk selalu berusaha mengikuti suri tauladan kita yaitu nabi Muhammad SAW. Karena beliau adalah nabi kita yang wajib kita patuhi perintahnya dan sunnah-sunnahnya.

Nabi Muhammad SAW bersabda :

‘’sesungguhnya aku hanya diutus untuk menyempurnakan akhlak’’. ( HR. Bukhori )

’Kaum mukminin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya diantara mereka’’. (HR. Ahmad dan Abu Daud )

Jika kita kembali kepada pergaulan bebas, maka yang kita dapati adalah sebuah kesalahan yang timbul akibat penyalahgunaan hak yang telah diberikan kepada kita. Para orang tua telah memberikan wewenang dan mempercayakan amanah kepada kita, khususnya para pelajar dan mahasiswa. Amanah ini diberikan kepada kita untuk dilaksanakan, tentunya orang tua kita telah memberikan batasan-batasan kepada kita, mana yang baik dan mana yang buruk. Misalnya kita sebagai mahasiswa dituntut untuk cerdas dalam menggunakan uang saku yang telah diberikan, kita harus dapat membedakan mana uang untuk bayar kos, uang makan, spp, dan kebutuhan sehari hari kita. Apabila kita menyalahgunakan fasilitas yang telah diberikan orang tua kepada kita, seperti uang spp digunakan untuk mabuk-mabukan, judi narkoba dan lain-lain, maka ini adalah salah satu akibat penyalahgunaan hak yangtelah diberikan kepada kita.

Sebagian besar para remaja atau pemuda terbawa arus globalisasi disebabkan oleh kurang perhatiannya para orang-tua dalam memberikan pendidikan kepada anak-anaknya. Banyak para orang tua yang hanya mengedepankan pendidikan yang mengantarkan anaknya kepada kesuksesan dunia saja. Padahal membangun pendidikan akhlak pada masa usia dini bagi orang tua adalah suatu kewajiban yang harus dipenuhi, untuk masa depan anak-anaknya.

Dalam pembahasan diatas, dapat kita ketahui bahwasanya:

~ Globalisai sangat berpengaruh dengan perkembangan moral anak bangsa dan membawa dampak positif dan negativ.

~ Nabi Muhammad SAW adalah uswatun hasanah yang harus kita teladani semua amal perbuatannya, agar terwujud kepribadian yang baik bagi bangsa dan negara.

~ Akhlak adalah institusi yang bersemayam didalam jiwa manusia, yang muncul tindakan suka rela baik benar maupun salah.

~ Faktor-faktor mempengaruhi prilaku remaja adalah faktor keluarga dan lingkungan. Baik itu lingkungan masyarakat, teman maupun media masa.

~ Fase-fase pengubahan kebiasaan buruk menjadi kebiasaan yang baik adalah, yang pertama meninggalkan (takhliyah / mengosongkan ) dan yang kedua adalah membangun kebiasaan yang baik.

~ Orang tua harus bertanggung-jawab dengan pendidikan anak-anaknya, terutama pendidikan moral.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s